Halo 👋, Ada Yang Bisa Kami Bantu?

Tips Menaikkan Harga Jual (Markup Harga)

HH
Written by Heru Hang Tryputra
Updated 9 months ago

Anda bisa menaikkan harga jual (markup harga) menggunakan 2 cara.

Pertama, Menggunakan Rupiah.
Kedua, Menggunakan Hitungan Persentase.

Pertanyaannya: Kapan sebaiknya menggunakan Rupiah? dan Kapan sebaiknya menggunakan Persentase?

Jawabannya berdasarkan pengalaman saya pribadi:

Sebaiknya gunakan mode rupiah ketika harga produk cukup rendah dan gunakan mode persentase ketika harga produk cukup tinggi.

Contoh #1:
Saya ingin menjual pakaian anak-anak yang setelah saya riset harganya berkisar Rp. 35.000 - Rp. 50.000. Saya menargetkan 5 penjualan rata-rata per harinya dan keuntungan bersih per bulan adalah Rp. 3.000.000. Sehingga per produk, saya harus mengambil untuk Rp. 20.000.

Maka saya akan markup harga dengan mode rupiah sebanyak Rp. 20.000. Sehingga rata-rata harga produk yang saya jual berkisar Rp. 55.000 - 70.000.

Contoh #2:
Saya ingin menjual furniture yang setelah saya riset harganya berkisar 1 Juta - 5 Juta rupiah. Karena harga pasaran produk cukup tinggi, anda bisa menggunakan markup harga dengan hitungan persentase. Saya bisa markup harga 10%, sehingga harga jual saya berkisar Rp.1.100.000 - Rp.5.500.000. Pengalaman pribadi saya, mengambil keuntungan berkisar Rp. 100.000 - Rp.500.000 dari menjual furniture merupakan hal yang normal.

Anda bisa bayangkan jika dibalik, contoh #1 menggunakan persentase yang bisa jadi harga jual yang terlalu tinggi alias diluar harga pasaran.

Dan anda bisa bayangkan jika contoh #2 menggunakan mode rupiah yang mungkin bisa terlalu rendah dan anda melewatkan peluang.

Ini hanya sekedar contoh yang mungkin Anda bisa sesuaikan dengan kondisi toko masing-masing.

Did this answer your question?