Halo 👋, Ada Yang Bisa Kami Bantu?

Tips Mengatur Ongkos Kirim Agar Sama Dengan Supplier

HH
Written by Heru Hang Tryputra
Updated 9 months ago

Pernah menemukan ongkos kirim yang dibayar dari pelanggan ke Anda (sebagai dropshipper), berbeda dengan yang Anda bayarkan ke supplier?

Jika lebih yang Anda bayarkan lebih murah, berarti untung ya. Tapi kalau lebih mahal bagaimana dong?

Nah, sebenarnya ini bisa dihindari. Caranya begini:

Penyebab ongkos kirim berbeda karena Toko Anda dan Toko supplier berada di kecamatan yang berbeda. Sehingga, solusi simplenya adalah:

"Samakan kecamatan Toko Anda dengan Toko Supplier"

Sebagai contoh Anda sudah mengatur Toko Anda berada di kecamatan "Sleman, Yogyakarta" karena Toko supplier Anda juga berada disana. Sehingga ketika ada pesanan di Toko Anda, marketplace menghitung ongkos kirimnya sama-sama dari "Sleman, Yogyakarta". Artinya ongkos kirimnya akan sama.

Tapi seandainya karena suatu hal Anda tidak mau menyamakan alamat Toko Anda dengan Toko Supplier. Solusi lainnya adalah, memasukkan resiko perbedaan ongkos kirim ke harga jual Anda.

Sebagai contoh, resiko perbedaan ongkos kirim yang Anda tentukan adalah Rp. 15.000, keuntungan yang Anda target adalah Rp. 50.000, dan harga produk dari supplier adalah Rp. 125.000.

Maka harga jual Anda adalah Rp. 125.000 + Rp. 50.000 + Rp.15.000 = 190.000

Nah, angka-angka tersebut dapat Anda atur sendiri sesuai pengalaman masing-masing.

Did this answer your question?